Arrow
Arrow
Slider


Website Resmi Pemerintah Kota Solok

Cuaca

Wednesday - November 22, 2017

Weather: 26°C

Solok - Walikota Solok Zul Elfian, lakukan peninjauan lapangan ke Kawasan Agrowisata Payo di Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok usai pelaksanaan  Rakor Dewan Ketahanan Pangan, Kamis (18/5). Peninjauan lapangan tersebut dilakukan bersama Wakil Walikota Solok Reinier, Kepala Dinas Pangan Sumbar, Kepala Dinas Pertanian Sumbar, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, BPTP Sumbar, Balitbu KP Laing dan Kepala OPD Kota Solok.

Rencana Pemerintah mengembangkan Kawasan Payo menjadi kawasan agrowisata tidak    main-main. Kawasan Payo akan dikembangkan melalui pelaksanaan Program Pengembangan Nagari Mandiri Pangan. Pemko Solok menargetkan pengembangan kawasan Agrowisata Payo selesai kurang dari 4 tahun bahkan diharapkan bisa lebih cepat kata Wako.

“Program Pengembangan Nagari Mandiri Pangan, yang merupakan program Pemerintah Provinsi Sumbar, untuk memacu pembangunan daerah-daerah di Sumbar, yang disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing,” kata Wako.

Pemko Solok seutuhnya mendukung dan siap mengawal program tersebut dari hulu hingga ke hilir. Wako juga berharap, jika kawasan Payo berhasil mensukseskan program tersebut, dapat menjadi model bagi daerah-daerah lain di Sumbar yang memiliki ciri-ciri kawasan seperti Payo.

Sementara itu Wakil Walikota Solok Reinier mengatakan Pemko Solok tentunya tidak ingin ketinggalan, dengan adanya pengembangan Kawasan Payo, diharapkan dapat mengejar ketertinggalan Kota Solok disektor pariwisata dari daerah lain. Kota Solok sendiri memiliki banyak kawasan-kawasan wisata yang jika digarap dengan baik dapat menjadi kawasan wisata unggulan di Sumatera Barat.

“Wisata di Kota Solok yang berpotensi untuk digarap dengan baik cukup banyak, untuk itu dibutuhkan dukungan semua pihak, baik di Kota Solok dan Provinsi Sumbar. Sebab, Kota Solok harus mengejar ketertinggalan dengan daerah lain terutama dalam sektor pariwisata, sebagai contoh adalah Kawasan Wisata Mandeh, yang cukup terkenal karena digarap dengan serius, begitupun dengan Payo jika pengembanganya dikawal dan didukung semua pihak juga dapat menjadi kawasan agrowisata yang menarik, tinggal dicari dan disesuaikan yang mana yang agro dan mana wisatanya,”kata Reinier.

“Program ini sangat diharapkan dapat mengatasi keterbatasan kualitas SDM petani, dan tenaga ahli dibidang pertanian, untuk itu program ini sangat dibutuhkan terutama untuk kawasan Payo, selain pertanian, wisata panorama dan pegunungan sangat potensial untuk dikembangkan,”kata Wawako.

Sementara itu Kepala Dinas Pangan Sumbar Efendi, mengatakan kawasan yang bernama Payo di Kota Solok dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mewujudkan program terpadu agrowisata. Efendi mengatakan Dinas Pertanian Kota Solok telah menorehkan prestasi membanggakan, dengan berhasil membudidayakan bunga krisan di Payo, meskipun merupakan hal baru yang masih dalam tahap ujicoba ke sejumlah kelompok agribisnis dan masyarakat. Namun saat ini, hampir di setiap pekarangan di daerah Payo, bunga krisan tumbuh subur dan berbunga.

Selain itu, untuk Bunga Krisan yang ditanam Kelompok Agribisnis Bunga Krisan Payo ini masih dalam tahap uji coba dan ternyata berhasil. Dengan keberhasilan petani Payo membudidayakan bunga krisan, maka kedepannya Pemko Solok akan lebih serius membina petani bunga krisan ini.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kesejahteraan Rakyat, Jefrizal, menyatakan sangat gembira dengan maraknya bunga krisan di kawasan Payo ini. Jefrizal sebelumnya merupakan Kepala Dinas Pertanian Kota Solok, yang memulai program penanaman dan pembudidayaan Bunga Krisan di Kota Solok ini, aspek ekonomi dan pengembangan sentra wisata di daerah Payo ini melalui budidaya Bunga Krisan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sumber: Info Publik Solok