Arrow
Arrow
Slider


Pemerintah Kota Solok Mengucapkan : Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H "TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM"                                                                                                         Website Resmi Pemerintah Kota Solok

Cuaca

Friday - June 23, 2017

Weather: 21°C

Solok – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Solok bekerjasama dengan Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Barat gelar acara Diseminasi Informasi yang bertemakan “Masyarakat Solok Anti HOAX”, di Kubuang Tigo Baleh, Kamis (4/5) yang dihadiri Wakil Walikota Solok Reinier, ST, M.M, Kepala Dinas Kominfo Sumbar Ir. Yeflin Luandri, M.Si, Forkompinda Kota Solok, Ketua LKAAM H. Rusli Khatib Sulaiman, Ketua Bundo Kanduang Milda Murniati, S.Pd.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala OPD Dilingkungan Pemerintah Kota Solok, Perguruan Tinggi dan sekolah, wartawan dan insan media, Organisasi Sosial Masyarakat, Organisasi Kepemudaan serta Tokoh-tokoh Masyarakat Kota Solok. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberantas penyebarluasan berita-berita Hoax.

Ketua LKAAM H. Rusli Khatib Sulaiman bersama Bundo Kanduang menyampaikan, kami selaku yang dituakan sangat mendukung kegiatan ini,  kami juga mengajak seluruh masyarakat agar peduli dan bersama-sama memerangi persebaran informasi hoax yang marak di media sosial “Banyak informasi-informasi hoax yang viral di media sosial kemudian memicu keributan bahkan merembet menjadi kerusuhan fisik. Hal ini bukan saja menghabiskan energi, namun juga berpotensi mengganggu keamanaan nasional.”Kita hanya ingin damai, damai Kota Solokku, Damai Propinsi Sumbarku, Damai Indonesiaku” H. Rusli mengakhiri Sambutannya.

Berita-berita HOAX saat ini, telah meresahkan masyarakat sehingga warga tidak lagi fokus dengan pekerjaannya. Untuk itu mari kita dukung bersama deklarasi ini”, tambah Bundo Kanduang.

Sementara itu Kadis Kominfo Sumbar menyebutkan Selama tahun 2016 Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bekerjasama dengan Kepolisian Republik Indonesia telah memblokir lebih kurang 300-an situs yang terdeteksi menyebarkan informasi Hoax.

Dalam hal ini kami mengajak aparat penegak hukum agar membuat shock therapy kepada para penyebar hoax supaya mereka tahu jika menyebarkan berita hoax ada hukumnya.Penyebaran informasi hoax bisa terancam Pasal 28 ayat 1 dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dengan ancaman pidana maksimal enam tahun penjara dan denda maksimal Rp. 1 miliar. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menyiapkan Portal Layanan Publik Provinsi Sumatera Barat, dimana salah satu kontennya adalah Layanan Pengaduan Berita Hoax, Imbuh KadisKominfo Sumbar.

Ada Beberapa langkah yang perlu dilakukan antara lain: Mendorong pemanfaatan media sosial secara positif; Berperan aktif dalam mencegah upaya pecah belah NKRI termasuk penyebaran isuSARA; Memahami bahwa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, adat dan agama, sehingga selalu berempati dalam bermedia sosial untuk tidak menyinggung warga lain. Selain itu, berhati-hati dalam menerima informasi atau berita, terlebih dari sumber yang tidak memiliki identitas  atau kedudukan yang jelas. Jangan mudah menyebar ulang berita di media sosial, sebelum memastikan bahwa informasi tersebut benar, sesuai dengan data dan fakta, lanjut KadisKominfo Sumbar.

Wakil Walikota Solok dalam sambutanya menyebutkan “saat ini banyaknya informasi-informasi yang bersifat menghasut, fitnah, isu sara dan sebagainya yang tersebar melalui media sosial dan semakin hari semakin tidak terkontrol lagi yang menyebabkan keresahan ditengah-tengah masyarakat. Hal ini kalau dibiarkan terus menerus akan dapat memicu konflik bahkan akan menimbulkan dampak yang lebih besar lagi terhadap kehidupan masyarakat, jelas Wawako.

Untuk itu kami mengajak seluruh elemen masyarakat di Sumatera Barat pada umumnya dan masyarakat Solok khususnya untuk menghadapi ancaman pemberitaan hoax ini, melalui gerakan secara bersama-sama untuk mengatasi penyebaran berita-berita hoax tersebut dengan cermat dalam menerima dan menyebarluaskan informasi/berita, tambah Wawako.

Acara ditutup dengan pembacaan dan penandatangan spanduk Deklarasi “Launching Masyarakat Solok Anti HOAX” oleh seluruh peserta yang hadir dalam acara tersebut. (DY/SH)

Sumber: Info Publik Solok

Dinas Pendidikan Kota Solok

Info Publik Solok

LPSE Solok

Sistem informasi Rencana Pengadaan Umum