Arrow
Arrow
Slider


Website Resmi Pemerintah Kota Solok

Cuaca

Monday - November 20, 2017

Weather: 27°C

Solok, Sabtu (25/2) – Lomba Design Batik yang digelar Dekranasda Kota Solok yang bertemakan “Alam Solok Dalam Budaya”, telah menghasilkan karya-karya batik bergengsi, dengan beragam motif yang bernilai jual tinggi.

 Seluruh karya yang berasal dari 102 peserta dari seluruh Indonesia itu, dipamerkan pada acara pengumuman pemenang sekaligus penutupan, di Jalan Cengkeh, Kota Solok.

Dalam lomba yang berlangsung tanggal 28 Januari sampai 10 Peberuari 2017 itu keluar sebagai juara I Drs. Suparno dari Jawa Tengah  berhasil meraih uang tunai sebesar Rp 7 juta, juara II Yelmi Nanda dari Riau meraih Rp 6 juta, juara III Edi Purwanto dari Kota Solok meraih Rp 5 juta.

Untuk harapan I, II dan III masing-masing Ana Qurata dari Bantul Jogjakarta meraih Rp 4 juta, Iswandi dari Agam dengan hadiah Rp 3 juta dan Nanda Irawan dari Kota Padang meraih hadiah Rp 2 juta masing-masing juara mendapatkan piagam dari panitia.

Ketua Dekranasda Kota Solok Ny. Zulmiyeti Zul Elfian dalam laporannya mengatakan Kota Solok saat ini telah memiliki beberapa motif batik, yaitu motif batik Gajah Maharam, Burung Belibis, Padi Sagama dan Tungku Tigo Sajarangan. Motif–motif tersebut telah dikembangkan oleh sejumlah kelompok pengrajin batik Kota Solok.

Untuk lomba tahun ini diikuti 102 peserta yang berasal dari seluruh Indonesia, peserta maksimal memberikan 2 buah karya desain batik. Sementara dewan juri berasal dari Guru Budaya dan Seni Rupa, Dekranasda Kota Solok, Yuliarman Dosen UNP dan Firma guru SMK 8 Padang, Dekranasda Sumbar, Bundo Kanduang dan Lembaga Adat Kota Solok dan Sumbar.

Wakil Walikota Solok Reinier dalam sambutannya seusai menyerahkan hadiah  terkesan dengan tampilan motif desain batik yang dipamerkan, seluruh desain batik yang telah dilombakan akan dipatenkan menjadi milik Kota Solok, juga dikolaborasikan dengan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Solok, serta menjadi desain batik yang akan dipakai oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dijajaran Pemerintah daerah Kota Solok.

“Karya-karya yang berharga indah ini, merupakan produk Kota Solok, akan mendorong produk lokal daerah, serta dapat menunjang perekomonian Kota Solok. Apalagi motif batik yang memiliki corak motif khas daerah Kota Solok yang menampilkan budaya Kota Solok, dapat menyebar, dijadikan pakaian resmi ASN di lingkungan Pemko Solok, serta seragam siswa,” kata Reinier.