Tuesday - December 18, 2018

Weather: 25°C

arrow
arrow


SELAMAT HARI JADI KOTA SOLOK Ke-48 Solok Kota Beras Serambi Madinah

Sosialisasi

Event

Tour de Singkarak

Pengumuman Jadwal Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS Kota Solok

Pengumuman Himbauan Penyebarluasan Konten

Sehubungan dengan semakin banyak dan derasnya arus informasi yang beredar saat ini sehingga terkadang konten yang disebarluaskan tidak terkait dengan informasi pemerintahan maupun program/kegiatan, sehingga dalam rangka ketertiban dan etika kita semua dalam bersosial media kami menghimbau bagi semua pihak agar :

Download lampiran

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Calon Derektur PDAM Kota Solok 2019

Solok, Kamis (8 November 2018) – Keseriusan Pemerintah Kota Solok memproduksi Minyak Atsiri yang berasal dari olahan Serai Wangi mendapatkan perhatian dari Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kemenristekdikti RI. Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kemenristekdikti, Kemal Prihatman mengunjungi Kota Solok guna melihat langsung perkembangan olahan Minyak Atsiri.

Kedatangan Kemal Prihatman bersama Kepala Subditektorat Penelitian dan Pengembangan Daerah, Rosmaniar Dini diterima langsung oleh Wakil Walikota Solok Reinier, ST, MM, didampingi Asisten III, Drs. Muhammad, Kepala Balitbang Kota Solok Ir. Raflis, serta para petani Minyak Atsiri, bertempat di Ruang Rapat Walikota.

Reinier dalam sambutannya mengatakan, seluruh unsur terkait di Kota Solok harus memanfatkan pendampingan dari Litbang Kemenristekdikti secara tepat, guna menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat petani Serai Wangi. “Kita inginkan bagaimana kedepannya orang tak hanya mengenal Beras Solok, namun juga minyak atsiri asal Kota Solok,” sebut Reinier.

Saat ini, guna meningkatan produksi Minyak Atsiri, Kota Solok sudah melakukan sinergi antara beberapa OPD, yakni Litbang, Bappeda, Dinas Pertanian, serta Dinas Pariwisata

Kemal Prihatman dalam paparanya menjelaskan, saat ini Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kemenristekdikti sudah mendampingi 106 lembaga litbang di seluruh Indonesia. Lembaga Litbang daerah yang akan mendapatkan pendampingan apabila semakin banyak bisa mensinergikan antara OPD terkait. “Jika makin banyak sinergi antara OPD, maka kemungkinan akan bisa kami dampingi makin tinggi,” sebutnya.

Untuk meningkatkan produksi minyak atsiri, harus memikirkan 3 hal utama, yakni masalah branding, keunikan serta indikasi geografis. Dalam masalah branding, minyak atsiri Kota Solok harus bisa meyakinkan barangnya sebagai yang terbaik, bagus, dan bersifat nasional maupun go internasional.

“Selanjutnya, jika Kota Solok ingin minyak atsiri go internasional, kami mempunyai fasilitasnya. Dengan catatan barang yang dihasilkan harus unik. “Selama satu tahun, minyak atsiri Kota Solok akan diteliti serta kami dampingi. mudahan-mudahan minyak atsiri Kota Solok bisa go internasional,” ungkapnya.

Pada Bulan Januari 2019 nanti Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kemenristekdikti akan menerima proposal dari lembaga penelitian, kemudian nantinya akan dipilih 2 lembaga dengan hasil terbaik yang akan dibawa go internasional.

Oleh karena itu, Kemal mengharapkan agar program minyak atsiri di Kota Solok ini akan berkelanjutan, jangan hanya program sebentar yang hanya 1 atau 2 tahun saja. “Jika ada kendala di lapangan, saya beserta seluruh anggota lembaga penelitian dan pengembangan Kemenriatekdikti sangat terbuka untuk menyelesaikan apapun masalah yang ada. Kami siap mensinergikan seluruh kegiatan yang ada guna menyukseskan Minyak Atsiri Kota Solok,” ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan guna melihat langsung proses pengolahan minyak atsiri oleh para petani di Kota Solok tersebut.

0
0
0
s2sdefault

Link

Logo KPU

 

Logo KPU

Logo KPU

 

Kontak Kami

Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok

Jln. Puti Indojati Kelurahan IX Korong
Kota Solok, Sumatera Barat
Telp. (0755) 20051 Email : kominfo@solokkota.go.id

Polling

Bagaimana pendapat anda terhadap isi dari website ini?

Jumlah Kunjungan

289597

Video Solok