Tuesday - December 18, 2018

Weather: 22°C

arrow
arrow


SELAMAT HARI JADI KOTA SOLOK Ke-48 Solok Kota Beras Serambi Madinah

Sosialisasi

Event

Tour de Singkarak

Pengumuman Jadwal Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS Kota Solok

Pengumuman Himbauan Penyebarluasan Konten

Sehubungan dengan semakin banyak dan derasnya arus informasi yang beredar saat ini sehingga terkadang konten yang disebarluaskan tidak terkait dengan informasi pemerintahan maupun program/kegiatan, sehingga dalam rangka ketertiban dan etika kita semua dalam bersosial media kami menghimbau bagi semua pihak agar :

Download lampiran

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Calon Derektur PDAM Kota Solok 2019

Solok, Rabu (12 September 2018) – Balitbang Kota Solok kerjasama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI mengadakan Workshop dan Pelatihan Peningkatan Kapasistas Kelembagaan bagi 30 orang petani Serai Wangi pengolah Minyak Atsiri bersama narasumber Dedi Suheryadi serta Bagem Sofianna Br. Sembiring dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balitro) Bogor dan Dadang Rukmana dari Balitro Laing, bertempat di Aula Balitbang Kota Solok.

Wakil Walikota Solok Reinier membuka kegiatan workshop didampingi Kepala Balitbang Kota Solok Ir. Raflis, Kepala Dinas Pertanian Ir. Ikhvan Marosa, perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Kota Solok.

“Kedepan kita berharap agar tumbuh sentra industri pengolahan Minyak Atsiri beserta turunannya sehingga, Minyak Atsiri beserta turunannya yang diproduksi di Kota Solok dapat bersaing dan terkenal di pasar regional maupun nasional,” harap Wakil Walikota Solok, Reinier dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Wawako mengatakan, bantuan yang diterima oleh Kota Solok dari Kemenristekdikti RI melalui Balitbang Kota Solok dimaksudkan untuk mewujudkan Peraturan Bersama Menristekdikti dan Mendagri Nomor 03 dan 36 Tahun 2012 tentang Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa).

“Penguatan SIDa dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing daerah Kota Solok. Peningkatan daya saing ini diwujudkan melalui peningkatan pemanfaatan produk unggulan yang ada di daerah. Peningkatan pemanfaatan produk unggulan dalam meningkatkan daya saing daerah diharapkan dapat mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sehingga dapat menjadi salah satu faktor dalam mengurangi kemiskinan dan membuka lapangan pekerjaan,” ungkap Wawako.

Sementara itu, Dedi Suheryadi, SP dari Balitro Bogor dalam pemaparannya mengatakan, saat ini harga serai wangi berada di kisaran Rp.350 Ribu s/d Rp.360 ribu per kilogramnya.

Dedi mengatakan, saat ini menjadi petani serai wangi merupakan pekerjaan yang sangat menjanjikan hasilnya. Semua pihak harus benar-benar bekerja nyata untuk menyejahterakan para petani. Selanjutnya, ia mengatakan ada salah satu daerah di Kabupaten Bandung, petani serai wangi dengan lahan 3000 meter persegi sudah dapat menghasilkan Rp.300 – 400 ribu perhari dengan menggunakan prinsip 4 S yakni, Serai wangi, Sapi, Sehat, dan Sejahtera.

“Untuk itu kami mohon arahan dari pak Wakil Walikota Solok, setelah workshop ini kita akan melakukan pergerakan nyata. Kita bikin grup WA bagi petani yang ikut workshop kali ini untuk saling berkomunikasi,” sebutnya.

Kegiatan workshop dimaksudkan untuk meningkatkan wawasan pelaku agribisnis Minyak Atsiri Kota Solok, dimana semenjak tahun 2009 minyak atsiri sudah ditetapkan sebagai produk unggulan Kota Solok melalui Perwako Nomor 39 Tahun 2009.

Minyak Atsiri memiliki banyak kegunaan seperti jadi bahan pencampur parfum, penyegar udara, jadi minyak aromaterapi, bahan sabun, pewangi, sebagai minyak urut, obat sakit kepala dan lainnya.

Menyadari banyak manfaat dan potensi dari Minyak Atsiri, Pemko Solok terus mendorong para petani untuk menanam dan mengembangkan tanaman atsiri tersebut.

Serai Wangi lebih cocok ditanam dengan kondisi tanah yang kering dan kritis seperti di Kelurahan Laing. Sangat mudah dibudi dayakan serta risiko yang rendah dan tidak terlalu berpengaruh terhadap serangan hama. Proses serai wangi menjadi minyak atsiri membutuhkan waktu 3 bulan, yang digunakan untuk membuat minyak atsiri adalah daun serainya.

Pada 2016 produksi tanaman atsiri Solok mencapai 377 ton, dibanding pada 2015 tanaman atsiri hanya terproduksi 79 ton dengan luas tanaman 21,5 hektare. Produksi meningkat pada 2017, produksi tanaman atsiri di Kecamatan Lubuk Sikarah mencapai 122,5 ton dan di Tanjung Harapan mencapai 402,5 ton, dengan total 525 ton.

Hingga saat ini luas lahan serai wangi di Kota Solok mencapai 30 hekatre. Satu hektare tanaman atsiri dapat menghasilkan sekitar 17,5 ton daun untuk disuling. Sedangkan satu ton daun bisa menghasilkan sekitar 8 kilogram minyak atsiri. Jika dikalikan dalam satu hektare tanaman atsiri bisa menghasilkan sekitar Rp.32,4 juta.

Produksi pertama turunan minyak atsiri menjadi kemasan sabun, minyak urut, sabun dapur, handbody ini diterima baik oleh masyarakat. Hingga saat ini produksi ini telah mencapai keluar kota dan bahkan keluar provinsi seperti Pekanbaru, Bogor, Bekasi.

0
0
0
s2sdefault

Link

Logo KPU

 

Logo KPU

Logo KPU

 

Kontak Kami

Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok

Jln. Puti Indojati Kelurahan IX Korong
Kota Solok, Sumatera Barat
Telp. (0755) 20051 Email : kominfo@solokkota.go.id

Polling

Bagaimana pendapat anda terhadap isi dari website ini?

Jumlah Kunjungan

289678

Video Solok