Wednesday - November 21, 2018

Weather: 20°C

arrow
arrow


Website Resmi Pemerintahan Kota Solok

Sosialisasi

Event

Tour de Singkarak

Pengumuman Panitia Seleksi Calon Direktur PDAM

Persyaratan dapat dilihat pada link di bawah :

Download lampiran

Pengumuman Himbauan Penyebarluasan Konten

Sehubungan dengan semakin banyak dan derasnya arus informasi yang beredar saat ini sehingga terkadang konten yang disebarluaskan tidak terkait dengan informasi pemerintahan maupun program/kegiatan, sehingga dalam rangka ketertiban dan etika kita semua dalam bersosial media kami menghimbau bagi semua pihak agar :

Download lampiran

Solok – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) gelar Sosialisasi Pemilihan Media Tradisional (Metrans) tingkat Kota Solok tahun 2018 di Aula Kantor Kelurahan VI Suku. Dihadiri oleh Walikota Solok yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Ir. Hj. Helmiyati, Narasumber dari Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Barat Indra Sukma, S.Kom, Edi Satria, S.Sn, M.Sn dari Institute Seni Indonesia Padang Panjang dan Gusnifa Iriyanti, S.Sn, M.Si dari Dinas Pariwisata Kota Solok.

Dalam laporannya Kadis Kominfo Kota Solok menyampaikan sosialisasi Pemilihan Media Tradisional Tingkat Kota Solok Tahun 2018 diikuti oleh 80 (delapan puluh) orang peserta yang merupakan perwakilan dari 20 sanggar kesenian kelompok media tradisional yang ada di Kota Solok. Sosialisasi ini bertujuan untuk mendorong pertisipasi masyarakat untuk mengikuti event pemilihan Media Tradisional pada Tingkat Kota Solok yang rencananya akan diadakan pada bulan Juni 2018 mendatang. Dimana pemenang Tingkat Kota ini nantinya akan diutus mengikuti Pemilihan Media Tradisional Tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Tidak hanya itu lanjut Zulfadli, pada sosialisasi ini juga diberikan sedikit pembekalan tentang bagaimana proses seleksi media tradisional ini, apa-apa saja yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan, serta bagaimana mengemas informasi dan mementaskannya pada waktu seleksi nantinya.

Hj. Helmiyati yang mewakili Walikota dalam arahannya, mengatakan bahwa “Media Tradisional adalah sebuah pergelaran seni yang dulu sering dipentaskan sebagai hiburan, namun seiring kemajuan teknologi informasi media tradisi ini tergerus dan hampir tidak dikenal lagi oleh generasi muda.

“Pertunjukan Metrans dulu sering digelar di tengah masyarakat kita, dewasa ini telah berkurang karena tergerus oleh budaya asing melalui media atau sarana teknologi informasi digital, maka dengan dampak yang begitu besar terhadap perubahan nilai-nilai di masyarakat, perlu adanya upaya pembinaan dari pemerintah daerah dalam upaya membangkitkan dan melestarikan budaya lokal yang penuh nilai-nilai keagamaan dan adat istiadat” ungkap Helmiyati.

Guna melestasikan kebudayaan yang hampir terlupakan ini, Pemerintah baik di Tingkat Pusat, Provinsi maupun Kabupaten/Kota menggaet Media Tradisional sebagai salah satu media penyampaian pesan informasi paling efektif dari pemerintah kepada masyarakat, karena Metrans merupakan alat pendidikan masyarakat, media perjuangan, media kritik sosial, media komunikasi maupun informasi lainnya dan sebagai wahana pemberdayaan sumber daya manusia lewat perpaduan kesenian tradisional dan kontemporer” Pungkas Staf Ahli yang lebih akrab dipanggil Bundo ini dan membuka acara secara resmi.

Kesempatan pertama diisi oleh Edi Satria dengan materi “Pertunjukkan Melalui Seni”, Edi memulai dengan menayangkan pertunjukan yang pernah diikuti oleh Sumatera Barat pada Tahun 2011. Beranjak dari pengalamannya Pranata Laboratorium Pendidikan pada ISI Padang Panjang ini menegaskan dalam pertunjukkan seni yang terpenting adalah bagaimana memadukan berbagai seni dalam satu pertunjukkan tanpa ada jeda dan gangguan terhadap penampilan yang ada, cara menseting asesoris dan properti yang digunakan dalam pertunjukan tanpa mengganggu adegan juga perlu diperhatikan. Dan tidak kalah pentingnya adalah pembagian peran, cerita pada pertunjukkan harus diperankan oleh ahlinya serta mengangkat cerita atau tema yang sedang hangat agar lebih menarik alur ceritanya bagi penonton, ujar Edi.

Narasumber yang berkiprah pada seni Randai ini, juga membagi ilmu tentang hal yang harus diperhatikan dalam pertunjukkan. Diantaranya lokasi atau tempat pertunjukkan akan digelar, penonton, asesoris dan properti yang digunakan dalam pertunjukkan. Tidak hanya itu, jumlah pemain juga harus menjadi perhatian sutradara atau pimpinan sanggar. Apabila pemain pertunjukkan sedikit, akan memungkinkan adanya peran ganda yang dimainkan oleh pemain. Sehingga sutradara dapat mensetting pakaian dan waktu yang akan digunakan pada pertunjukkan tersebut, pungkas Edi.

Sementara Gusnifa Iryanti menyajikan materi tentang “Pesan Informasi Melalui Seni”. Randai bukan satu-satunya media tradisional yang dipertunjukan dalam penyampaian informasi, rabab, kaba, ilau dan kesenian tradisional lainya juga dapat dijadikan Media informasi, ujar Gusnifa memulai persentasinya. Bahkan kreatifitas pelaku seni dituntut pada waktu seleksi Media Tradisional ini, dan yang terpenting pada seleksi media tradisional ini adalah bagaimana sanggar menciptakan pertunjukan sesuai durasi yang telah ditentukan pelaksana, tata cara mengatur properti, aksesoris dan kostum.

Lebih lanjut Eva menyatakan walaupun kesenian tradisional ini banyak macamnya, sebaiknya cerita dan kesenian yang kita pakai pada pertunjukkan adalah kesenian dari daerah sendiri. Sebab tambahnya tidak mungkin kita mengangkat kesenian daerah lain, sedangkan kita tidak mengetahui makna dan budaya dari kesenian tersebut pesan Eva.

Tak kalah dengan pembicara sebelumnya, Pelaku seni sekaligus Pihak Pemerintah yang membina Sanggar-sanggar Media Tradisional ini juga mengisahkan pengalamannya mengikuti seleksi Media Tradisional pada tahun 2016 yang menoreh prestasi Juara I Tingkat Nasional. Begitu juga seleksi yang diselenggarakan Provinsi pada tahun 2017 yang hanya mampu mendapatkan Peringkat II Tingkat Provinsi.

Pada tahun 2018 ini Provinsi kembali menggelar kegiatan yang sama tambah Eva. Tidak seperti tahun sebelumnya yang hanya menunjuk satu sanggar untuk dikirim ke Tingkat Provinsi, Dinas Kominfo berencana akan menyelenggarakan seleksi Media Tradisional Tingkat Kota Solok dengan konsep dan petunjuk pelaksanaan yang tidak jauh berbeda dengan seleksi Tingkat Provinsi. sanggar yang meraih peringkat pertama nantinya akan dikirim mengikuti seleksi tingkat provinsi. Untuk itu kepada sanggar yang diundang pada sosialisasi ini, ikutilah seleksi media tradisional ini nantinya, berpartisipasilah dalam melestarikan budaya tradisional, harap Eva dan menutup persentasinya.

Sosialisasi ditutup dengan materi Peran Media Tradisional dalam Pembangunan, Indra Sukma sebagai narasumber pada sesi ini mengatakan bahwa Media Tradisional mempunyai peran sebagai media informasi kepada masyarakat desa sebanyak 80% dan 20% untuk masyarakat Kota, karena masyarakat Kota. Media terbaik itu adalah media yang ada pada masyarakat itu sendiri.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sumbar ini juga menyampaikan seleksi Media Tradisional ini merupakan cara Pemerintah untuk membina dan mengembangkan media tradisional yang ada. Semoga pada saat pemilihan nanti kelompok-kelompok Metrans Kota Solok dapat menyajikan pertunjukkan terbaik, tutup Indra

0
0
0
s2sdefault

Link

Logo KPU

 

Logo KPU

Logo KPU

 

Kontak Kami

Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok

Jln. Puti Indojati Kelurahan IX Korong
Kota Solok, Sumatera Barat
Telp. (0755) 20051 Email : kominfo@solokkota.go.id

Polling

Bagaimana pendapat anda terhadap isi dari website ini?

Jumlah Kunjungan

245094

Video Solok