Thursday - November 15, 2018

Weather: 21°C

arrow
arrow


Website Resmi Pemerintahan Kota Solok

Sosialisasi

Event

Tour de Singkarak

Duka Cita

arrow
arrow

Pengumuman Himbauan Penyebarluasan Konten

Sehubungan dengan semakin banyak dan derasnya arus informasi yang beredar saat ini sehingga terkadang konten yang disebarluaskan tidak terkait dengan informasi pemerintahan maupun program/kegiatan, sehingga dalam rangka ketertiban dan etika kita semua dalam bersosial media kami menghimbau bagi semua pihak agar :

Download lampiran

Solok, Rabu (24/01/18 ) – Untuk melestarikan Adat di Kota Solok kembali digelar “Doa Tulak Bala”. Kegiatan yang diawali di Masjid Lubuk Sikarah. itu mendapat sambutan dari masyarakat setempat, selanjutnya peserta yang mayoritas kaum ibu lengkap dengan pakaian Tikuluak Basiba Kain Sarung itu loong mark menuju tempat prosesi sambil membawa “Paureh” yang sebelumnya disimpan di Masjid Lubuk Sikarah.

Prosesi peninggalan yang dilestarikan itu dipusatkan di Gedung P3A Banda Tangah yang dihadiri Walikota Zul Elfian, Ketua DPRD Yutris Can, Unsur Forkompinda, Kepala OPD serta Ketua LKAAM H dan Ketua Bundo Kandung Milda Murniati.

Ketua LKAAM H.Rusli Khatib Suleman dalam hantaran katanya mengatakan Adat Tulak bala ini merupakan salah satu adat dan budaya yang masih dilestarikan dari 13 (tiga belas) prosesi adat dan budaya di Kota Solok .

Sejak dahulunya prosesi ini dilaksanakan setiap musim tanam ketika padi berumur satu minggu, tujuan dilakukan do’a tulak bala yaitu agar padi terhindar dari hama tikus dan wereng, sebelum pelaksanaan tulak bala masyarakat menyediakan media untuk ritual tulak bala diantaranya membuat semacam “Paureh” yang diletakkan dimimbar Masjid Lubuak Sikarah, keesokan harinya masyarakat secara bersama-sama turun ke sawah sambil membaca tasbih dan shalawat nabi sambil membaca memutari sawah, setiap jarak 100 meter rombongan berhenti sambil berdo’a meminta kepada Yang Kuasa. Media yang dipergunakan daun galundi, yang direndam dengan air lalu dipercikan dengan menggunakan daun sikacerek, itu semua bentuk kearifan lokal di solok.

Walikota Solok Zul Elfian dalam hal ini memberi sambutan, bahwa beliau sangat berbangga karena masih terselenggaranya kegiatan “Do’a Tulak Bala” ini, karena masih terpeliharanya adat dan budaya Kota Solok, serta telah menjadikan Sawah Solok sebagai kawasan “Agro wisata” dengan telah dibangunnya “Gaduang-gaduang” (gazebo) sebagai tempat istirahat para petani sekaligus tempat pengunjung bisa menikmati keindahan hamparan Sawah Solok. Juga bertujuan untuk melestarikan adat dan budaya Kota Solok, meningkatkan hasil pertanian, serta mempromosikan Agrowisata Alam Sawah Solok.

Dengan digelarnya kegiatan ini akan dapat meningkatkan kawula muda mencintai adat serta budaya yang masih kental di daerah kita. Disamping itu perlu para pemuka masyarakat untuk mengajak anak kemenakan lebih mencintai adat dan budaya dan menjaga lingkungan agar tetap bersih dan nyaman, “harap Walikota mengakhiri.

0
0
0
s2sdefault

Link

Logo KPU

 

Logo KPU

Logo KPU

 

Kontak Kami

Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok

Jln. Puti Indojati Kelurahan IX Korong
Kota Solok, Sumatera Barat
Telp. (0755) 20051 Email : kominfo@solokkota.go.id

Polling

Bagaimana pendapat anda terhadap isi dari website ini?

Jumlah Kunjungan

235869

Video Solok