Arrow
Arrow
Slider


Website Resmi Pemerintah Kota Solok

Cuaca

Monday - November 20, 2017

Weather: 27°C

Solok, , Jumat (10/11) – Wakil Walikota Solok Reinier,ST,MM bertindak sebagai inspektur upacara Peringatan Hari Pahlawan ke 72, dengan mengangkat tema ‘Perkokoh Perstuan Membangun Negeri’, bertempat di Halaman Balaikota Solok.Turut hadir pada kesempatan itu Ketua DPRD Kota Solok Yutris Can, unsur Forkopimda Kota Solok, seluruh kepala OPD di lingkungan Pemerintahan Kota Solok, ASN, pelajar dan legiun veteran Kota Solok.

Reinier dalam amanatnya mengatakan, setiap tanggal 10 Novemver seluruh Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan, mengenang para pendahulu kita, pahlawan dan perintis kemerdekaan, para pendiri Republik Indonesia.

Mereka dengan segenap pemikiran, tindakan dan gerakan perjuangan kolektif yang mereka lakukan, sehingga saat ini kita semua bisa menikmati hidup di bumi Indonesia sebagai bangsa yabg merdeka, bangsa yabg sederajat dengan bangsa lain, bangsa yang menyadari tugas sejarahnya untuk menjadikan kemerdekaan sebagai jembatan emas bagi terwujudnya Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Lebih lanjut, Reinier mengatakan bahwa Hari Pahlawan yang kita peringati saat ini didasarkan pada peristiwa pertempuran terhebat dalam riwayat sejarah dekolonisasi dunia, yakni peristiwa Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

” Ini merupakan sebuah peristiwa yang memperlihatkan kepada dunia internasional, betapa segenap rakyat Indonesia dari berbagai ras, suku, agama, budaya dan berbagai bentuk partikularisme golongan secara bersama-sama melebur menjadi satu untuk berikrar, bergerak dan menyerahkan hidupnya, jiwa raganya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ujar Reinier.

Dalam setiap rangkaian perjuangan kepahlawanan yang memebentuk keIndonesiaan kita, kita dapat mengambil pelajaran dari apinya perjuangan para pendahulu kita, api yang menjadi suasana kebatinan dan pelajaran moral bagi kita semua yakni api yang membentuk terbangunnya Persatuan Indonesia yang terjadi atas dua hal yakni adanya harapan dan pengorbanan.

Harapan dan pengorbanan itulah yang membentuk persatuan dan melahirkan Indonesia, merawat eksistensinya dalam panggung sejarah bangsa-bangsa, dan harus terus dinyalakan agar Republik Indonesia tetap berdiri tegak, menjadi besar dan terus memberi sumbangan penting sebagai bagian dari persaudaraan ummat manusia di dunia.

Pada era milenium ini, kita semua menyaksikan sebuah transformasi besar dalam hubungan internasional diantara bangsa-bangsa dunia.

” Kita sedang menyaksikan suatu zaman yang diutarakan oleh jurnalis Gideon Rahman Tahun 2016 tentang fajar baru pergeseran global dimana kemajuan peradaban dunia disebut sebagai era Easternization atau Timurisasi,” sebut Reinier.

Dalam era kemajuan global seperti ini, negara-negara Asia dianggao sebagai kutub-kutub baru kemajuan peradaban dunia. Oleh karena itulah persatuan Indonesia bukan hanya sebuah imperatif yang harus kita rawat sebagai suatu bangsa.

Namun lebih dari itu, Persatuan Indonesia adalah sebuah prasyarat bagi kita menjadi bagian dari kekuatan yang tengah tumbuh. The Rising Force bersama dengan bangsa-bangsa lain yang saat ini menjadi sorotan kemajuan seperti China, India dan Korea untuk menjadi menara-menara baru pembawa obor kemanusiaan.