Arrow
Arrow
Slider


Website Resmi Pemerintah Kota Solok

Cuaca

Monday - November 20, 2017

Weather: 27°C

Solok, Kamis (02/11) – Wakil Wali Kota Solok Reinier lepas secara resmi kafilah MTQ Nasional XXXVII tingkat Provinsi Sumatera Barat dari daerah Kota Solok untuk berlomba di Kota Pariaman tahun ini. Pelepasan kafilah MTQ juga dihadiri oleh Kabag Kesra, Forkompinda, Ketua LKAAM, Pimpinan Cabang Bank BRI, Bank Nagari Syariah Kota Solok dan para undangan.Afrizen, Kasi Bimas Kemenag Kota Solok sebagai Sekretaris LPTQ melaporkan bahwa kafilah Kota Solok berjumlah 58 qori dan qoriah yang akan berlomba pada 15 cabang,  bersama dengan Official total keseluruhannya berjumlah 102 orang. Untuk persiapan, kafilah sudah melakukan pelatihan beberapa kali sebelum mengikuti  perlombaan MTQ yang akan berlangsung dari tanggal 03 s/d 11 November 2017. “Sebelum pelatihan kami juga menyeleksi anggota kafilah yang memiliki kemampuan yang layak untuk ikut berlomba di MTQ Nasional tingkat Sumbar”, tutur Afrizen.

Sementara itu Kakan Kemenag Kota Solok Drs. H. Burhanuddin Chatib mengatakan pelaksanaaan MTQ merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan minat membaca Al-Qur’an. Dengan demikian masyarakat semakin mencintai Al-Qur’an yang merupakan syarat mutlak dalam membudayakan Al-Qur’an.

Dalam pelepasan kafilah MTQ Reinier mengatakan “Kami memberikan dukungan dan motivasi bagi kafilah yang akan mengikuti MTQ nasional Tingkat Sumbar di Pariaman,” kata Reinier di Balairung Rumah Dinas Walikota Solok.

Lebih lanjut Reinier mengingatkan kepada kafilah agar selalu menjaga kesehatan selama mengikuti MTQ, sehingga bisa berjuang dengan maksimal untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Pelepasan ini digelar dengan maksud untuk menambah motivasi peserta dan para pembina agar lebih semangat lagi dalam mengerahkan segala potensinya dan meraih prestasi yang lebih baik lagi dari tahun sebelumnya,” tutur Reiner.

Kafilah yang diutus ini merupakan yang terbaik dari sekian banyak qori dan qoriah yang ada di Kota Solok ini, sehingga tertumpang harapan pada kafilah yang akan bertanding. “Kafilah Kota Solok harus bisa menjadi yang terbaik dengan merebut juara pertama di Sumbar, sehingga nama “Kota Solok Kota Serambi Madinah”, memang  melekat dalam diri kita,” tutur Reinier mengakhiri.